BANGKA - hami-news.com
Eskalasi ketegangan antara masyarakat lingkar tambang dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit kembali memuncak. Hari ini, Senin (9/2/2026), ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat dari 8 desa terdampak dijadwalkan bakal melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di Kantor PT Gunung Maras Lestari (GML), Desa Mabat, Kecamatan Bakam.
Aksi yang diprediksi akan dimulai pukul 13.00 WIB ini merupakan akumulasi kekecewaan warga terhadap PT GML yang dinilai abai terhadap kewajiban konstitusionalnya. Fokus utama tuntutan adalah realisasi kebun plasma yang hingga kini dianggap hanya menjadi "janji manis" perusahaan sejak mengantongi Hak Guna Usaha (HGU) pada tahun 1998 silam.
Menagih Hutang Plasma dan Mengusut Dugaan Gratifikasi
Tidak hanya soal lahan, perkara ini melebar pada isu integritas.
Massa menuntut pengusutan tuntas atas dugaan gratifikasi yang diduga melibatkan manajemen PT GML dengan enam oknum Kepala Desa. Isu ini mencuat terkait persetujuan Nilai Optimum Produksi (NOP) dan Kegiatan Usaha Produktif (KUP) yang dinilai tidak transparan dan merugikan masyarakat luas.
"Bertahun-tahun hak rakyat digantung, sementara perusahaan terus menuai keuntungan. Kewajiban plasma bukan hadiah atau kemurahan hati perusahaan, melainkan hak yang dijamin hukum," tegas perwakilan Keluarga Mahasiswa Hukum dalam seruan aksi yang diterima redaksi.
Beban Struktural Selama 28 Tahun
Selama hampir tiga dekade, PT GML mengelola sumber daya di wilayah Bakam, namun masyarakat merasa hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Ketimpangan ini disebut sebagai "beban struktural" yang nyata, di mana eksploitasi lahan tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan warga sekitar melalui program plasma.
Koordinator lapangan dari unsur masyarakat, Yadi (warga Desa Bukit Layang), bersama Khalid selaku koordinator mahasiswa, memastikan bahwa surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan ke Polres Bangka dan pihak manajemen PT GML sejak Sabtu (7/2) lalu.
Titik Kumpul dan Pengamanan
Massa mahasiswa dilaporkan mulai bergerak dari titik kumpul parkiran Fakultas Hukum (FH) untuk bergabung dengan ribuan warga di lokasi aksi. Pihak kepolisian diharapkan melakukan pengamanan ketat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses penyampaian aspirasi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Gunung Maras Lestari (GML) belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana aksi unjuk rasa dan tuntutan yang dilayangkan oleh aliansi tersebut.( M Yunus )


0 Komentar